Berita dari Blora

Blognya Orang Blora

Minyak mentah dihargai Rp 360/liter

[WAWASAN DIGITAL] – Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo mengungkapkan keprihatinnya atas keluhan para penambang minyak tradisional yang pendapatannya rendah karena dihargai sebagai buruh panggul. ”Masak satu liter crude oil (minyak mentah/latung) hanya dihargai Rp 360/liter, padahal harga minyak sangat tinggi,” katanya, Minggu (6/7).

Menurutnya, warga Desa Nglobo dan sekitarnya, juga warga penambang tradisional, berencana menggelar aksi demo ke Pertamina, terkait hasil tambangnya yang setiap liter minyak mentah hanya dihargai Rp 360.

Rencana demo itu sementara bisa diredam bupati, dengan janji dia memperjuangkan nasib para penambang minyak tradisional ke pusat (Pertamina), sekaligus berjuang untuk merealisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus mengelola sumur minyak (minyak sumur tua).

”Di luar seperti Cirebon, Jawa Timur dan Kudus harga minyak mentah dapat laku Rp 1.250 sampai Rp 2.000 per liternya. Sedang di Blora yang beli koperasi Pertamina sendiri malah hanya Rp 360/liter,” ujar Yudhi Sancoyo.

Selain itu, Bupati Blora Yudhi Sancoyo mengeluhkan pendapatan asli daerah (PAD) dari bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) masih minim, belum sebanding dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang disedot dari daerahnya.

Lewat koperasi
Yudhi Sancoyo mengungkapkan, pada 2003 dana bagi hasil pertambangan migas hanya Rp 519 juta, 2004 tidak naik malah turun pada angka Rp 459 juta, 2005 dana bagi menjadi Rp 1,12 miliar, tahun anggaran 2006 meningkat Rp 1,710 miliar, terakhir (2207) melonjak menjadi Rp 3,4 miliar lebih.

”Sejak 2005-2007 pemerintah pusat memang menaikkan bagi hasil migas untuk Blora dengan Rp 3,4 miliar (2007), namun jumlah itu masih belum adil,” ujar Yudhi Sancoyo kepada Wawasan.

Ke depan, lanjutnya, selain berharap pendapatan yang lebih adil dari hasil sumur bor di Blok Cepu, Pemerintah Kabupaten Blora akan mendata ulang potensi sumur-sumur minyak tua eks Pemerintah Belanda.

Menurut Bupati Blora, data kasar jumlah sumur minyak tua di Blora sebanyak 511 titik, menyebar di Kecamatan Cepu, Jiken, Kunduran, Ngawen, Sambong, Kunduran, Jati, Kedungtuban dan Randublatung. K.9-ip

15 Juli 2008 - Ditulis oleh mus | Sekilas Info | , | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar