Berita dari Blora

Blognya Orang Blora

Investor Minati Sumur Minyak Tua

 

JAWAPOS - Sumur minyak tua di Blora masih diminati investor. Pemkab mendapat tawaran dari tiga investor yang berminat mengelola sumur minyak tua. Rencananya, pemkab segera melakukan memori of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan tiga investor tersebut. ”MoU akan ditandatangani di Semarang,” ujar Kepala Dinas Pertambangan Pemkab Blora Adi Purwanto. Sayangnya, Adi Purwanto belum bersedia siapa saja investor tersebut.

MoU itu, menurut mantan Asisten I pemkab ini, masih bersifat umum. ”Intinya pemkab membuka diri bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Blora,” tambahnya.

Di Blora, menurut dia, sesuai peta sumur minyak tua peninggaan Belanda, terdapat sekitar 500 sumur minyak tua yang belum dimanfaatkan. Sumur minyak tua yang sudah dimanfaatkan berada di wilayah Semanggi (Kecamatan Jepon) dan di wilayah Ledok (Kecamatan Jiken). ”Kerjasama yang dilakukan harus menguntungkan pemkab,” tandasnya.

Sementara Direktur Utama PT Blora Patra Energi (BPE), Tedi Rindaryo membenarkan adanya investor yang tertarik mengelola sumur minyak tua. Dia juga nenyatakan MoU akan dilakukan di Semarang. Hanya, dia belum tahu lokasi pastinya. Disinggung soal sharing keuntungan antara pemkab dengan investor tersebut, Tedi menambahkan akan diatur dalam perjanjian kerja sama. ”Itu (sharing) akan diatur dalam perjanjian kerjsama, bukan di MoU. Prinsipnya tidak merugikan Blora,” tandasnya.

Sedangkan bupati Blora Yudhi Sancoyo menyambut baik investor yang masuk. Dia menyebut, semakin banyak investor diharapkan semakin menambah kesejahteraan bagi warga Blora. Menurut dia, selama ini yang banyak masuk adalah investor yang mengincar pengelolaan minyak. Padahal, dia juga ingin ada investor non minyak yang juga investasi di Blora. ”Kalau investor minyak’kan padat modal, jadi tidak banyak pekerja yang diserap. Saya juga berharap ada investor padat karya agar warga Blora bisa banyak yang bekerja,” tegasnya. (ono)

About these ads

6 Maret 2009 - Posted by | blora, cepu, migas, potensi daerah | ,

10 Komentar »

  1. benar kata pak tedy asal tidak merugikan blora,khusnya memberi keuntungan bagi pejabatnya.blora itu kaya boz tapi mana hasilnya?rakyat gitu2 saja,jalan gitu2 saja,pembangunan gitu2 saja.korupsi gede2an dana DAK,dana KID dan dana2 lain,ngeri boz,pejabat macak kere,tapi di luar blora rumah gede2 mewah2 boz.hartanya di simpan di luar blora.tapi Alhamdulilah masih ada segelintir pejabat punya hati.tapi kebanyakan bobrok boz,yaa semoga sadar boz hazab Allah .mereka tidak takut uang haram uang panas di makan anak istri atau keluarga,darah itulah membawa tingkah laku sorang manusia.

    Komentar oleh eagle | 17 Maret 2009 | Balas

  2. Ingat ya bapak-bapak peminat sumur minyak tua peninggalan belanda, bahwa sebagian besar sumur tua tersebut berada di dalam kawasan hutan. jadi untuk mengekploitasinya kembali atau reaktifasi sumur tua tersebut yang berada di kawasan hutan harus melalui prosedur peraturan negara yang berlaku karena sama-sam milik negara, jadi tidak bisa sak karepe dewe.mari kita belajar disiplin saling menghargai, agar bisa maju seperti negara tetangga yang kecil seperti singapura dan malaysia. ok mohon direnungkan bapak-bapak/ibu-ibu calon investor maupun para pejabat di daerah yang ada sumur tua peninggalan mbah landa dulu. terima kasih

    Komentar oleh Rahman | 29 Juli 2009 | Balas

  3. eksplorasi sumber minyak tua harus melibatkan masy.

    Komentar oleh pratomo | 23 November 2009 | Balas

  4. Kami mempunyai lahan sumur tua di daerah Lahat, dan sampai sekarang blm ada investor yg akan mengelolanya, jika ada yg berminat akan saya info kan lebih lanjut. Lahan yg diijinkan oleh apparat setempat sebanyak 20 sumur, sedangkan sumur yg ada lebih kurang 120 sumur, dan produksinya sebanyak 20 ton / 8 jam dengan density : 798.6 Kg/ltr. dan semua di kelola oleh koperasi setempat, hanya blm ada jln untuk marketing nya

    Komentar oleh Hasmir Yanto | 2 Maret 2010 | Balas

    • boleh dong di infokan datanya. kira2 berapa modal yg dibutuhkan untuk 1 pengelolaan 1 sumur minyak sampai berproduksi, serta metoda apa yg dipakai untuk proses penambangannya..
      Thxs

      Komentar oleh edison | 19 Juni 2010

  5. Dengan hormat,
    Kami telah melakukan perbaikan sumur tua di MUBA dan hasilnya lumayan menggembirakan, sanggup menyumbang devisa negara juga, saat ini telah mendirikan PT USAHA SOEMOER TOEA dan memiliki teknologi tepat gunanya – siap membantu jika diperlukan, terima kasih

    Komentar oleh Herry Saptono | 22 April 2010 | Balas

  6. Pak Hery Saptono yang sudah berhasil dengan PT.USAHA SOEMOER TOEA nya,mohon pencerahannya untuk kiat-kiat pengelolaan sumur tua yang efektif. Kami punya Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, mempunyai sekolah swadaya yang mendidik anak-anak lulusan SMA/SMK atau umum menjadi Operator Menara Bor dan pekerja di bidang industri pengeboran dan produksi minyak bumi ..tempat kuliah di jln.Lettu Suwolo Bojonegoro,persis belakang stadion.Nama sekolahnya : ITTEK .Direkturnya , Bpk.Yuris Krisnanto,yang juga ketua paguyuban pekerja minyak Bojonegoro.
    Intinya,kita butuh banyak informasi tentang pengelolaan sumur tua ,untuk diajarkan kepada para murid sekolah ini,agar kelak mereka setelah lulus, bisa ikut mengelola sumur-sumur tua yang ada di dekat desa mereka sendiri: Bojonegoro – Cepu – Blora.Syukur jika bisa kerja praktek di tempat pengelolaan sumur-sumur tua itu.Jika usaha ini berhasil,kami yakin akan besar dampaknya bagi pembangunan daerah dan pencegahan banjir, mengingat posisi sumur yang sebagian besar ada di dalam hutan yang harus dijaga kelestariannya. Mohon informasi alamatnya pak Herry.

    Terima kasih banyak ,semoga Tuhan memberkati usaha bapak.

    Komentar oleh Soerjanto | 16 September 2010 | Balas

  7. Pak Suryanto yth.
    Mohon maaf Pak, baru baca tulisan bapak – saya sangat gembira adanya ITTEK, mudah2an bisa ikut berpartisipasi. Bapak bisa lihat situs kami di http://www.otobail.com – alat yang kami ciptakan untuk pengelolaan sumur2 tua, Salam, terima kasih

    Komentar oleh Herry Saptono | 24 Januari 2011 | Balas

  8. Marilah berpikiran positif. Bagaimanapun juga, investor sangat dibutuhkan. Blora memang sebetulnya makmur, ada tambang minyaknya segala. Memang tidak seharusnya, penduduknya banyak yang miskin. Harusnya kaya-kaya. Jalan dan kotanya juga harus dibangun “ngejreng”. Minyak kan hasilnya besar? Hallo, gimana Bapak-bapak di Pemda setempat?

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

    Komentar oleh Obyektif Magazine (@Obyektifku) | 4 April 2012 | Balas

  9. jangan persusah ijinnya.biar warga bisa berkarya.

    Komentar oleh mahendra putra | 6 Mei 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: