Berita dari Blora

Blognya Orang Blora

Pengelolaan Sumur Tua Oleh KUD Dikembangkan

BLORA  (Jawa Pos) - Pengelolaan sumur minyak tua di Blora oleh koperasi unit desa (KUD) segera bakal dikembangkan, menyusul turunnya izin dari pemerintah pusat kepada KUD Warga Tani Makmur Desa/Kecamatan Jiken. Bahkan, KUD ini sudah tandatangan kesepakatan kerjasama dengan Pertamina EP. ” ”Di Indonesia, baru Blora yang mendapat izin tersebut. Karena itu KUD Jiken menjadi percontohan,” ujar bupati Blora Yudhi Sancoyo. 

Menurut bupati Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 1 tahun 2008, tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Minyak Tua disebutkan bahwa pemerintah memberikan kesempatan kepada BUMD dan koperasi untuk turut serta dalam pengelolaan sumur minyak tua di daerah. Pemkab Blora menyikapinya dengan membentuk BUMD PT Blora Patra Energi (BPE). Sejumlah koperasi unit desa (KUD) dan investor juga menyatakan minatnya turut serta dalam pengelolaan sumur minyak tua di Blora. ”Setelah ini akan kita kembangkan ke KUD-KUD lain,” tambahnya.  

Terpisah, Direktur Utama PT BPE Tedi Rindaryo mengataan, pengajuan izin oleh KUD tersebut telah dilakukan sekitar dua tahun lalu atau sebelum PT BPE ada. Dia menyebutkan setelah izin dan MoU ditandatangani, KUD itu selanjutnya bisa segera mengelola sumur minyak tua di wilayahnya. ”PT BPE dalam hal ini memberikan supervisi,” katanya. 

Pengelolaan sumur tua dengan izin yang diberikan pemerintah tersebut, kata Tedi, juga sebagai pilot project di Blora. Menurutnya pengelolaan sumur tua oleh BUMD dan KUD di kecamatan lainya juga akan dilakukan namun hingga kini masih menunggu perizinan dari pemerintah. ”Yang pasti, arahnya, nanti satu kecamatan satu KUD,” terangnya.

Sebelumnya, Pemkab Blora mengeluarkan kebijakan investasi pengelolaan sumur minyak tua dengan menggunakan sistem satu pintu. KUD dan investor yang berminat untuk mengelola sumur minyak peninggalan Belanda itu harus berkoordinasi dengan BUMD PT BPE. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan penataan, pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumur tua. Selain itu menyederhanakan proses perizinan dan kontrak dengan Pertamina serta menjamin hasil produksi dijual kembali ke Pertamina. 

Sistem satu pintu itu, kta dia, juga untuk meningkatkan kepercayaan investor. Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan pemkab, sumur minyak tua yang ada di Blora diperkirakan berjumlah 608 buah. Dari jumlah tersebut yang sudah ditemukan sebanyak 137 sumur. ”Jadi masih banyak lahan yang bisa dikelola,” tandasnya. (ono)

About these ads

7 April 2009 - Posted by | blora, ekonomi, migas, potensi daerah | , ,

2 Komentar »

  1. satu pintu agar dapat memudahkan penataan, pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumur tua?? ..yang benar aja, pak.. bukannya untuk memudahkan kelola duit investasi dengan bayar upeti di depan?
    Ijin kelola aja belum diurus, koq udah bikin program muluk-muluk??
    Ntar aja, pak.. Nunggu PILKADA
    Ok_lah kalo” begitu..

    Komentar oleh Anggoro | 31 Desember 2009 | Balas

    • betul tuh pak anggoro… gimana blora bisa maju kalau ijin pengelolaan aja di persusah.

      Komentar oleh mahendra | 28 Mei 2012


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: