Berita dari Blora

Blognya Orang Blora

KUD Jiken segera garap dua sumur tua

Persiapkan bak penampungan untuk limbah, KUD Jiken segera garap dua sumur tua

 BLORA, Wawasan Digital – Koperasi Unit Desa (KUD) Jiken selaku pemegang izin penambangan sumur tua di Blora, kini sedang melakukan persiapan untuk pembukaan eksplorasi sumur tua di wilayah Dusun Lemahbang, Desa Bangooan, Kecamatan Jiken. 

Ada dua sumur dari enam sumur yang akan dikerjakan oleh masyarakat sekitar. Lokasi sumur tersebut memang sangat berdekatan dan berada di lereng-lereng bukit. 

Saat ini, para pekerja dan tim dari KUD sedang mempersiapkan beberapa kelengkapan penunjang untuk eksplorasi kedua sumur tersebut. 

Salah satunya dengan membuat tiga buah bak penampungan yang akan digunakan untuk penampungan minyak, pemisah air dan minyak, serta pemisah air. ”Ketiga bak penampungan itu wajib dibuat sebagai sarana untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar penambangan,” ujar Wakatek KUD Jiken, Abdul Rahman kepada Wawasan saat berada di lokasi sumur tua, Jumat (10/7). 

Menurutnya, kelestarian lingkungan memang menjadi hal yang harus diperhatikan serius oleh setiap kegiatan penambangan minyak. Bahkan pihak KUD juga telah memaparkan soal kelestarian lingkungan saat mengajukan izin. 

”Kami sudah melakukan presentasi terkait HSE,” kata Maman. 

Modern tradisonal

Menurut Maman, pengelolaan sumur tua nanti akan dilakukan dengan cara modern tradisional, karena memadukan mesin dengan manusia. Sehingga sumur yang ada dapat dinikmati masyarakat. 

Jika menggunakan alat modern, masyarakat dirugikan dan tidak bisa menikmati hasil dari minyak itu. 

”Kami lakukan semaksimal mungkin agar bisa dinikmati masyarakat. Sebagian alat dengan mesin, seperti untuk menarik timba, lainnya dengan tenaga manual manusia,” ujarnya. 

Sementara Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Blora, Adi Purwanto berharap agar sumur tua yang dioleh oleh KUD Jiken dapat mengangkat potensi Blora, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui eksplorasi di sumur tua. 

”Hendaknya semua pihak bisa mendukung keberadaan sumur tua, sehingga benar-benar bisa dinikmati masyarakat,” ujar Adi Purwanto yang melihat langsung proses persiapan eksplorasi sumur tua tersebut. K.9-ip

16 Juli 2009 - Ditulis oleh mus | blora, migas, potensi daerah | , , , | 1 Komentar

1 Komentar »

  1. 1. Soal minyak bumi Blora memang salah satu andalan dan tidak diragukan lagi, persoalannya bagaimana bisa memberikan kontribusi daerah yang maksimal??
    2. Juga sumur minyak tua jumlahnya cukup banyak kurang lebih 607 buah, namun baru KUD Jiken yang akan mulai beroperasi sementara BUMD belum ada kabar beritanya, kapan akan mulai beroparasi? Kayaknya perlu terobosan baru dari sisi legalitas yang mana sesuai Kepmen No 01 Tahun 2008 perlu ditambahkan: sumur minyak tua dapat pula dikelola oleh swasta, sehingga ada 3 (Tiga) badan yang boleh mengelola yaitu KUD, BUMD dan Swasta (PT)
    3. Kalau dibandingkan dengan harga minyak dunia lebih kurang US$70 per barrel maka upah angkat pada sumur tua terlalu kecil yaitu Rp 1200,-/liter atau setara US$19,7 per barrel dengan kata lain peningkatan kesejahteraan masyarakat kok jadi psimis. Untuk itu perlu nego untuk ditingkatkan besaran upah angkat sampai dengan US$50 per barrel atau Rp 3.050,- per liter.

    Komentar oleh Rudy Raharyono | 20 November 2009 | Balas


Tinggalkan komentar