Berita dari Blora

Blognya Orang Blora

Libatkan Tenaga Kerja Lokal

Uji Seismik 2D Libatkan 361 Tenaga Kerja

KOMPAS, Jumat, 26 Juni 2009 | 11:18 WIB – Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil Coorporation, yang menjadi operator Blok Cepu, mencari sumber minyak baru di 204 desa di Kabupaten Blora dan Rembang, serta Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur. Pemerintah daerah dan Forum Pekerja Tambang berharap MCL melibatkan tenaga kerja lokal dalam kegiatan itu.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora Adi Purwanto, Kamis (25/6), di Blora, mengaku mendapat masukan dari Forum Pekerja Tambang Minyak dan Gas Blora. Forum tersebut menuntut MCL dan subkontraktornya, PT Sari Pari Geosains, mempekerjakan warga lokal.

Mereka telah mengirim surat kepada MCL, tetapi tidak ada tanggapan. Pemerintah mengklarifikasi persoalan itu dengan memanggil perwakilan MCL agar menjelaskan duduk perkaranya. Baca selebihnya »

28 Juni 2009 Ditulis oleh admin | blora, cepu, migas, potensi daerah | , , , | Belum Ada Tanggapan

Pengembangan Lapter Ngloram Tertunda

SUARA MERDEKA - Impian sejumlah pihak agar pengembangan Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram, Cepu segera terealisasi tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga kini masih terkendala aturan di pusat.
Bupati Blora Drs RM Yuhdi Sancoyo ketika dimintai konfirmasi mengakui, memang ada kendala soal rencana pengembangan Lapter Ngloram. 

”Ada aturan harus dihibahkan dulu,” ungkapnya kepada Suara Merdeka.

Jadi, lanjutnya, karena ada aturan hibah itu pemilik lapter saat ini, PPT Migas, nantinya harus ada nota kesepahaman soal penghibahan itu kepada Pemkab.  ”Dan, hal ini yang sedang ditempuh,” tandas Bupati Yudhi.  Dia menekankan, belum tahu pasti kapan proses penghibahan itu akan selesai.

Menyambut Positif

Sebagaimana diberitakan, tahun ini proyek pengembangan Lapter Ngloram akan segera dilakukan. Diperkirakan, pembangunan itu akan menelan biaya puluhan juta rupiah, sebagian dari APBD Provinsi Jawa Tengah, sisanya sebagai dana pendampingan dari APBD Blora. Baca selebihnya »

28 Juni 2009 Ditulis oleh admin | Teknologi, blora, cepu | , | Belum Ada Tanggapan

Blora Tak Dapat DBH Blok Cepu

Berupaya Melalui Penghitungan Sebaran Cekungan

BLORA, KOMPAS, Rabu, 10 Juni 2009 | 13:42 WIB – Kabupaten Blora tidak bakal memperoleh dana bagi hasil atau DBH minyak dan gas bumi dari Blok Cepu untuk lapangan Banyurip dan Jambaran. Alasannya, kedua lapangan itu berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sehingga Blora hanya memperoleh participating interest atau PI.

Hal itu terungkap dalam Lokakarya Program Pengembangan Sosial Ekonomi Berbasis Pendapatan Migas Blok Cepu di Hotel Almadinah, Blora, Selasa (9/6). Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Blora itu menghadirkan Kepala Seksi Urusan Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora Teguh Wiyono sebagai pembicara.

Teguh Wiyono mengatakan, dalam pengelolaan Blok Cepu, Blora hanya menjadi penonton. Satu-satunya pendapatan dari Blok Cepu berasal dari keikutsertaan modal sebesar 2,18 persen. Baca selebihnya »

28 Juni 2009 Ditulis oleh admin | blora, cepu, migas, potensi daerah | , , | Belum Ada Tanggapan

MCL Siapkan Operator Blok Cepu

 

KAMIS, 26 MARET 2009 | 01:42 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Mobil Cepu Limited (MCL) mempersiapkan 61 tenaga operator yang akan dipekerjakan di lapangan migas Blok Cepu di Bojonegoro, Jawa Timur.
     
“Mereka, sebanyak 61 personel tenaga operator menjalani pelatihan selama dua tahun di pusat pendidikan dan latihan (pusdiklat) migas Cepu dan sekarang sudah dinyatakan lulus,” kata Lead Country Manager Exxon Mobil OilIndonesia (EMOI) Terry S. McPhail, dalam rilisnya yang disampaikan kepada Antara di Bojonegoro, Rabu (25/3).
     
Dia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan 61 tenaga operator tersebut dilakukan bekerja sama dengan Pusdiklat Migas Cepu, Jawa Tengah sejak September 2007 lalu. 
     
Para tenaga operator yang baru lulus tersebut, berikutnya akan melanjutkan tugas magang atau On The Job Training (OJT) yang akan memberi mereka pengalaman dalam operasi, pengelolaan kerja dan praktek-praktek keselamatan di perusahaan.   Baca selebihnya »

27 Maret 2009 Ditulis oleh mus | cepu, migas, potensi daerah | , | 4 Tanggapan

Investor Minati Sumur Minyak Tua

 

JAWAPOS - Sumur minyak tua di Blora masih diminati investor. Pemkab mendapat tawaran dari tiga investor yang berminat mengelola sumur minyak tua. Rencananya, pemkab segera melakukan memori of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan tiga investor tersebut. ”MoU akan ditandatangani di Semarang,” ujar Kepala Dinas Pertambangan Pemkab Blora Adi Purwanto. Sayangnya, Adi Purwanto belum bersedia siapa saja investor tersebut.

MoU itu, menurut mantan Asisten I pemkab ini, masih bersifat umum. ”Intinya pemkab membuka diri bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Blora,” tambahnya.

Di Blora, menurut dia, sesuai peta sumur minyak tua peninggaan Belanda, terdapat sekitar 500 sumur minyak tua yang belum dimanfaatkan. Sumur minyak tua yang sudah dimanfaatkan berada di wilayah Semanggi (Kecamatan Jepon) dan di wilayah Ledok (Kecamatan Jiken). ”Kerjasama yang dilakukan harus menguntungkan pemkab,” tandasnya.

Baca selebihnya »

6 Maret 2009 Ditulis oleh mus | blora, cepu, migas, potensi daerah | , | 3 Tanggapan

Tebing Longsor, Lima Rumah Ambrol

SUARA MERDEKA - Lima rumah warga yang berada persis di pinggir Sungai Bengawan Solo di Kampung Semangat Kelurahan/Kecamatan Cepu Blora ambrol. Musibah itu terjadi karena fondasi rumah tidak kuat menahan kikisan arus Bengawan Solo. 
Longsornya tebing sungai menyebabkan rumah yang berada di atasnya ambruk. 
Beruntung, peristiwa yang terjadi Selasa (3/3) itu tidak menyebabkan korban jiwa. Sebab, sang pemilik rumah telah mengetahui longsornya tebing tersebut. Sebelum rumah ambruk, mereka telah mengungsi.  

Kerugian materi yang dialami para pemilik rumah mencapai sekitar Rp 60 juta. Lima rumah yang ambrol tersebut sebagian berdinding bambu, yakni milik Sugiyo (40), Sakirun (40), Kasimin (45), Sukar (40), dan  Purnomo (37). 

Herman, salah seorang warga menuturkan, tanda-tanda tebing di bawah rumah warga tersebut bakal longsor mulai terlihat ketika banjir telah surut, Senin (2/3). 

Namun yang longsor baru sebagian kecil. Keesokan harinya, tebing yang longsor semakin bertambah. Karena itu, pemilik rumah memutuskan untuk mengungsi. 
“Para tetangga ikut membatu mengungsikan barang-barang berharga, termasuk melepas beberapa bagian rumah yang bisa diselamatkan,” kata Herman, kemarin. 

Dia menuturkan, setelah kerja bakti selesai, tanah di bagian belakang rumah itu pun ambrol. Menurutnya, banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi belum lama ini di Kecamatan Cepu, Blora menyisakan persoalan baru bagi warga yang bermukim persis di pinggir sungai. Pasalnya, fondasi rumah mereka terancam ambrol. Baca selebihnya »

6 Maret 2009 Ditulis oleh mus | Sekilas Info, blora, cepu | , | Belum Ada Tanggapan

Kerugian Banjir Cepu Rp 9 Miliar


METRO BANJAR/Donny Sophandi

SENIN, 2 MARET 2009 | 21:04 WIB ( Alb. Hendriyo Widi Ismanto)

CEPU, SENIN - Kerugian banjir akibat luapan Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencapai Rp 9 miliar. Banjir itu mengakibatkan 1.136 rumah di sembilan kelurahan dan desa tergenang air dan 156,5 hektar sawah siap panen puso.

Banjir juga mengakibatkan empat rumah warga di Kampung Semangat, Kelurahan Cepu, yang berada di sempadan Bengawan Solo longsor pada Senin (2/3) sekitar pukul 05.00.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Blora Bondan Sukarno mengatakan ketiga rumah itu milik Purnomo (37), Karsimin (45), Sakirun (40), dan Sugiyo (40). Perkiraan total kerugian mencapai Rp 60 juta, kata dia.

5 Maret 2009 Ditulis oleh mus | cepu, ekonomi, pertanian | | Belum Ada Tanggapan

Master Plan Lapter Ngloram Selesai

JAWA POS - Master plan atau rencana pengembangan lapangan terbang Ngloram di Desa Ngloram Kecamatan Cepu selesai. Saat ini, pemkab sedang menunggu proses pembahasan peraturan daerah untuk rencana tata ruang dan rencana tata wilayah untuk wilayah di sekitar lokasi. ”Dalam RTRW itu sudah termasuk master plan yang kita buat,” kata Kepala Bagian Perekonomian pemkab Blora Sutikno Slamet, kemarin.
Dia menyebut, selain penambahan panjang landasan, pengembangan yang direncanakan juga meliputi sarana pendukung di sekitar lapangan terbang. Hanya, Sutikno belum mau menyebutkan berapa hektar lahan yang diperlukan untuk pengembangan tersebut. Lahan di sekitar lapangan terbang, saat ini sebagian besar masih dihuni warga.Namun, statusnya adalah lahan milik lapangan terbang yang sementara ini masih di bawah kekuasaan Pusdiklat Migas Cepu. ”Soal luasan lahan nanti saja,” katanya.

Yang pasti, kata dia perencanaan itu sudah selesai. Karena menyangkut perencanaan secara umum, pengembangan lapangan terbang tersebut bukan hanya masuk rencana tata ruang kecamatan saja, namun sudah masuk perencanaan secara umum di kabupaten. Untuk dasar hukumnya, nanti akan dibuatkan perda. ”Saat ini bahan-baran raperda sudah disiapkan. DPRD juga menyiapkan, jadi nanti kita padukan,” ungkapnya.

Dia sangat berharap perencanaan tersebut segera bisa direalisasikan. Karena, sebelumnya pemkab sudah menyiapkan infrastruktur berupa perbaikan jalan akses masuk ke lapangan terbang tersebut. Baca selebihnya »

11 Februari 2009 Ditulis oleh mus | Teknologi, blora, cepu, potensi daerah | , , | 2 Tanggapan

Gubernur Diagendakan Tinjau Lapter Ngloram

 

JAWA POS - Gubernur Jateng Bibit Waluyo dijadwalkan meninjau lapangan terbang (Lapter) Ngloram Cepu, 16 atau 17 Pebruari mendatang. Kunjungan kerja tersebut beragenda melihat kondisi terakhir lapter yang akan diaktifkan kembali menjadi bandara komersil seiring berproduksinya minyak di Blok Cepu. 

Rencana kunjungan kerja itu disampaikan Bupati Blora Yudhi Sancoyo. Menurut dia, pengaktifan kembali Lapter Ngloram mendapat dukungan penuh Pemprov Jateng dan pemerintah pusat. ExxonMobil selaku operator Blok Cepu, kata dia, juga telah berkomitmen tidak akan membangun lapter baru dan mendukung pengoperasian kembali Lapter Ngloram. ”Karena itu Pak Gubernur akan datang ke lokasi lapter Ngloram untuk menindaklanjuti persiapan pembangunan kembali bandara tersebut,” ujarnya. 

Sepengetahuan dia, Pemprov Jateng telah menganggarkan sejumlah dana dalam APBD 2009 untuk pembangunan Lapter Ngloram. Hanya, jumlahnya belum tahu. Menurutnya, pembangunan kembali lapter yang telah ada sejak tahun 1980-an itu membutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar. Pemkab Blora telah melakukan pembangunan sarana pendukung lapter seperti jalan masuk ke lokasi bandara. ”Jalannya sudah hotmix. Lampu penerangan di jalan itu juga sudah ada,” tandasnya. 

Bupati mengatakan, minyak di Blok Cepu telah berproduksi meski secara bertahap. Dengan berproduksinya sumur minyak tersebut, lanjut dia, diperlukan sarana pendukung untuk memudahkan mobilitas para pelaku usaha perminyakan. Lapter Ngloram, menurutnya Baca selebihnya »

11 Februari 2009 Ditulis oleh mus | blora, cepu, potensi daerah | , , | Belum Ada Tanggapan