Penambangan kapur boleh gunakan peledak
Senin, 13 Juli 2009
BLORA, Wawasan Digital - Lokasi perbukitan kapur di wilayah Pegunungan Kendeng, akhirnya akan segera dilakukan penambangan, seiring dengan adanya izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora tentang penambangan kapur, yang akan menggunakan cara blasting atau ledakan.
Lokasi yang diizinkan tersebut masuk dalam wilayah adminstratif Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, di mana di sekitar desa itu sebenarnya ada beberapa sumber mata air, letaknya tidak jauh dari areal lokasi penambangan yang diizinkan.
Di beberapa desa Kecamatan Bogorejo memang banyak sekali ditemukan aktivitas penambangan kapur, baik yang dilakukan oleh warga sekitar, ataupun sudah menggunakan alat modern yang dikelola oleh perusahaan.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten (Distamben) Blora, Adi Purwanto mengatakan, Pemprov Jawa Tenggah sudah memberikan izin terkait penambangan tersebut. Baca selebihnya »
Konservasi Melalui Hutan Rakyat
Tempat Resapan dan Penyimpanan Air
KOMPAS - Dinas Kehutanan Kabupaten Blora membuat hutan rakyat Kelompok Tani Desa Plantungan, Kecamatan Blora, sebagai desa percontohan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Lestari atau PHBML menuju sertifikasi. Tujuan program itu adalah meningkatkan pendapatan petani dan mengonservasi kawasan Pegunungan Kendeng Utara.
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora Suhadi, Rabu (1/4), di Blora, mengatakan, desa itu berada di Bukit Plantungan, rangkaian Pegunungan Kendeng Utara. Kelompok tani desa itu mengembangkan hutan rakyat di lahan seluas 150 hektar dari total luas lahan desa 275 hektar.
“Varian tegakan jati di kawasan itu berumur 1-30 tahun dan ditanam di lahan milik 130 keluarga,” kata Suhadi.
Menurut Suhadi, hutan itu mampu menopang perekonomian masyarakat desa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Buktinya, desa itu didatangi para pengusaha kayu dan furnitur di Blora. Baca selebihnya »
Blora Minus Pekerjaan : Program Habis, Menganggur Lagi
KOMPAS, Jumat, 3 April 2009 - Kabupaten Blora yang terkenal sebagai kota minyak dan jati, minim peluang kerja dan lapangan pekerjaan. Data Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora menunjukkan, peningkatan tenaga kerja jauh lebih tinggi ketimbang jumlah lapangan kerja yang tersedia.
Pada 2006, penawaran atau peningkatan tenaga kerja berjumlah 2.103 orang, adapun jumlah lapangan kerja 479. Pada 2007, penawaran tenaga kerja meningkat dua kali lipat lebih menjadi 5.328, sementara lapangan kerja yang tersedia menurun menjadi 236.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora Waluyo, Kamis (2/4) di Blora, mengatakan, tenaga kerja di Blora meningkat karena tenaga kerja lulusan SLTA melonjak. Pada 2006, tenaga kerja lulusan SLTA 365 orang, tetapi pada 2007 membengkak menjadi 2.492 setara dengan 583 persen. Baca selebihnya »
Kasus Penganiayaan di Blora Berakhir Damai
JUMAT, 20 MARET 2009 | 17:31 WIB
BLORA, KOMPAS.com - Kasus penganiayaan buruh tani oleh oknum polisi hutan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu Unit I Jawa Tengah, berakhir damai. Kedua belah pihak menyatakan tidak akan saling menuntut.
Hal itu dikemukakan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Blora Ajun Komisaris Priharyadi di Blora, Jumat (20/3) pagi.
Pernyataan itu terkait Ladi (40), warga Dukuh Klangkrang, Desa Galuk, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, yang diduga dianiaya oknum polsi hutan. Tubuh korban luka memar di paha kiri, dada, dan bahu kanan, serta sempat muntah darah. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pekan lalu. “Dengan adanya penyataan damai itu, kasus selesai,” kata Priharyadi. Baca selebihnya »
Gubernur Serahkan Dana Sharing Rp 5,8 Miliar
BLORA - Saat mengadakan kunjungan kerja di Blora, Senin (2/30 lalu, Gubernur Bibit Waluyo meninjau hutan Randublatung. Tepatnya di Petak 37 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Ngliron, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngliron.
Dengan didampingi Bupati Blora Drs RM Yudi Sancoyo dan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa tengah Heru Siswanto, Gubernur menyerahkan dana sharing produksi sebesar Rp 5,8 miliar kepada enam perwakilan LMDH.
Menyimak laporan Bupati dan Kepala Perhutani Unit I Jawa Tengah, Gubernur mengucapkan banyak terima kasih kepada Perhutani. Menurutnya, selama ini Perhutani telah peduli kepada masyarakat desa hutan melalui sistem pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM). Baca selebihnya »












