Berita dari Blora

Blognya Orang Blora

Waduk Tempuran mengering

50 hektar tanaman padi terancam gagal panen 

BLORA, WawasanDigital - Debit air Waduk Tempuran yang berada di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, kini mengalami penurunan yang cukup drastis, terlebih yang berada di bagian Timur, airnya telah mengering. Akibatnya kini, sekitar 50 hektar tanaman padi yang mengandalkan irigasi teknis dari waduk tersebut terancam gagal panen. 

Salah satu penjaga Waduk Tempuran, Sumarno (40), mengatakan, sejak bulan April hingga Mei, debit air sudah mengalami penyusutan yang sangat cepat. Puncaknya pada awal Juni, dengan mengeringnya air untuk bagian timur. 

Namun untuk bagian barat, airnya masih ada, hanya tingginya 2 meter. 

”Untuk bagian timur hitungannya nol meter mas, sehingga sudah tidak bisa untuk pertanian, sementara bagian barat, tingginya 2 meter, dimanfaatkan untuk latihan dayung,” kata Sumarno kepada Wawasan, di lokasi Waduk Tempuran, Selasa (30/6).   Baca selebihnya »

5 Juli 2009 Ditulis oleh mus | blora, pertanian | , | No Comments Yet

Dinas Pertanian Inginkan Sampel Bioetanol

SUARA MERDEKA, 18 Juni 2009 - Prakarsa sejumlah elemen masyarakat dalam pengembangan energi alternatif bioetanol mendapat dukungan pimpinan dinas dan instansi terkait. Namun untuk menyakinkan manfaat dan hasil yang diperoleh, dikehendaki adanya sampel bioetanol. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Blora Sutikno Slamet mengemukakan, lahan pertanian non-produktif di luar kawasan hutan yang dimiliki petani di Blora cukup luas. Jika petani diimbau menanam tanaman yang menjadi bahan baku bioetanol, para petani akan mau melaksanakan imbauan tersebut. 

Menurutnya, melalui pengembangan bioetanol, petani bisa melaksanakan diversifikasi usaha tani dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan keluarga. 

“Sekarang tinggal bagaimana menyakinkan petani untuk berpartisipasi dalam pengembangan bioetanol,” ujarnya, kemarin (17/6) di sela-sela seminar sehari Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati yang Terbarukan dan Prospektif di pendapa rumah dinas Bupati Blora.  Baca selebihnya »

28 Juni 2009 Ditulis oleh admin | Teknologi, blora, pertanian, potensi daerah | , , , , , , , | 1 Komentar

ALUMNI 71 dapat penghargaan PRESIDEN RI

Bupati Blora Terima Penghargaan Presiden RI

 

 BLORA, Suara Rakyat - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Boyolali, Senin (8/6) pagi, membuka Jambore Nasional Sekolah Lapangan Pengelolaan Sumber Daya Tanaman Terpadu (SL-PTT) di Asrama Haji Donohudan Ngemplak, Boyolali. Jambore Nasional SL-PTT tersebut merupakan Jambore Nasional Sekolah Lapang yang pertama kali dilaksanakan.

Jambore SL-PTT dilakukan karena produksi padi di Indonesia mengalami kenaikkan sebagai dampak swasembada beras Nasional. Tahun 2008 Indonesia tidak mengimpor beras lagi dan harga beras terus stabil karena pasokan beras dalam negeri melimpah.

Disamping itu diberikan penghargaan langsung oleh Presiden RI kepada pihak-paihak yang ikut memanjukan program pertanian sehingga dapat berswasembada beras. Baca selebihnya »

28 Juni 2009 Ditulis oleh admin | blora, pertanian, potensi daerah | , , , | No Comments Yet

Penggemukan Sukses, Lirik Sapi Bunting

SUARA MERDEKA, 18 Mei 2009 – SIANG itu udara cukup terik, membuat suasana gerah dan enggan untuk mengikuti rombongan dari Dinas Peternakan Blora untuk meninjau area proyek penggemukan sapi milik dinas itu, di Desa Seso, Kecamatan Jepon.

Lingkungan kumuh, seruak bau kotoran sapi pun membayang di benak. Namun begitu melihat ratusan sapi baik jenis lokal maupun peranakan impor, ditambah pembersihan lingkungan yang mumpuni, bayangan-bayangan buruk itu langsung lenyap.

Yang ada hanya decak kagum dan sejumlah pertanyaan. Di antaranya, berapa ratus juta harga sapi-sapi itu? Apakah usaha itu semata-mata bisnis agar ada pemasukan ke kas daerah atau mungkin tujuan lain?
Kepala Dinas Peternakan Blora Ir Puspito Wardoyo menyatakan cukup banyak visi usaha penggemukan sapi yang dikelolanya. Di antaranya untuk studi ilmiah, yakni bagaimana upaya penggemukan sapi yang efektif, memilih bibit sapi yang bagus, termasuk inovasi pakan. ’’Banyak visinya, tidak sekadar bisnis murni, karena dinilai kurang efektif,” tuturnya. Baca selebihnya »

27 Mei 2009 Ditulis oleh mus | blora, pertanian, potensi daerah | , , | No Comments Yet

Jelang Kemarau, Petani Kumpulkan Pakan Ternak

SUARA MERDEKA, 13 April 2009

MUSIM panen padi telah tiba. Sebagian warga memanfaatkannya untuk mengumpulkan jerami. Mereka akan menyimpannya untuk pakan ternak sapi.

Adalah Husen (40), satu di antara pengumpul jerami tersebut. Warga Desa/Kecamatan Jiken, Blora itu mengatakan, musim panen padi menjadi berkah ter­sendiri bagi orang sepert diri­nya. Dia dengan mudah mendapatkan jerami untuk pakan ternaknya.

“Kalau sudah musim panen padi seperti ini, kita tinggal mengambil jerami dengan mudah. Kami tidak perlu jauh-jauh mencari jerami seperti pada musim kemarau,” ujarnya, kemarin (12/4).

Dia berusaha mengumpulkan jerami sebanyak-banyaknya se­bagai persediaan makanan em­pat ekor sapi yang dia pelihara.

Untuk itu, Husen telah menyiapkan sebuah tempat khusus untuk menampung jerami tersebut.  “Kami kumpulkan jerami se­banyak-banyaknya untuk persediaan karena sebentar lagi musim kemarau,” katanya.   Baca selebihnya »

14 April 2009 Ditulis oleh mus | blora, pertanian | | No Comments Yet

Blora Targetkan Produksi Gabah Kering Giling 392.698 Ton

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA   SENIN, 23 FEBRUARI 2009 | 20:43 WIB

BLORA, SENIN - Pada 2009, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora menargetkan produksi gabah kering giling atau GKG mencapai 392.698 ton. Hal itu mengingat realisasi GKG pada 2008 melebihi target, dari 383 .080 ton menj adi 415.492 ton.   

Kepala Subdinas Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora Reni Miharti, Senin (23 /2) di Blora, optimistis target itu tercapai meskipun sejumlah padi di sejumlah daerah terserang penyakit. Pasalnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan telah mengobati sebagian besar padi itu sehingga tidak gagal panen.  

Kami belum mengetahui total hasil produksi padi pada musim panen pertama karena banyak petani yang belum panen. Semoga saja, padi yang terserang penyakit itu tidak menurunkan produktivitas padi pada musim panen pertama itu, kata Reni.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Blora Si nggih Hartono mengatakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora tetap perlu menghitung penurunan produktivitas padi akibat penyakit. Dengan begitu, perhitungan itu dapat dijadikan data pemacu produktivitas pertanian di tahun-tahun berikutnya.   Baca selebihnya »

27 Maret 2009 Ditulis oleh mus | blora, pertanian, potensi daerah | , , | No Comments Yet

Blora Butuh Investor Pabrik Pakan Sapi

KOMPAS - Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membutuhkan investor pabrik pakan sapi. Pasalnya, tingkat populasi sapi sangat tinggi, tetapi tidak berimbang dengan ketersediaan pakan. Hal itu mengakibatkan para pemilik sapi mendatangkan pakan dari luar Blora, terutama saat musim kemarau.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora Puspito Wardoyo, Rabu (4/3) di Blora, mengatakan, pada 2007 populasi sapi di Blora berjumlah 220.000 ekor, sedangkan pada 2008 ada 251.000 ekor. Dalam setahun, populasi sapi naik 31.000 ekor.

Kondisi itu tidak didukung dengan jumlah pakan sapi berupa konsentrat, terutama pada musim kemarau. Seekor sapi peliharaan rata-rata kekurangan satu kilogram pakan per hari dari tiga kilogram pakan dalam kondisi normal.

“Hal itu berbeda dengan kebutuhan pakan seekor sapi pedaging. Sapi itu rata-rata kekurangan tiga kilogram pakan per hari dari kebutuhan pakan normal enam kilogram pakan per hari,” kata Puspito.     Baca selebihnya »

15 Maret 2009 Ditulis oleh mus | pertanian, potensi daerah | | & Komentar

Kerugian Banjir Cepu Rp 9 Miliar


METRO BANJAR/Donny Sophandi

SENIN, 2 MARET 2009 | 21:04 WIB ( Alb. Hendriyo Widi Ismanto)

CEPU, SENIN - Kerugian banjir akibat luapan Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencapai Rp 9 miliar. Banjir itu mengakibatkan 1.136 rumah di sembilan kelurahan dan desa tergenang air dan 156,5 hektar sawah siap panen puso.

Banjir juga mengakibatkan empat rumah warga di Kampung Semangat, Kelurahan Cepu, yang berada di sempadan Bengawan Solo longsor pada Senin (2/3) sekitar pukul 05.00.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Blora Bondan Sukarno mengatakan ketiga rumah itu milik Purnomo (37), Karsimin (45), Sakirun (40), dan Sugiyo (40). Perkiraan total kerugian mencapai Rp 60 juta, kata dia.

5 Maret 2009 Ditulis oleh mus | cepu, ekonomi, pertanian | | No Comments Yet