Berita dari Blora

Blognya Orang Blora

Minta Warga Ikut Menjaga Fosil

 JAWA POS - Banyaknya artefak benda purbakala berupa fosil atau benda bersejarah lainnya yang hilang di wilayah Kecamatan Kradenan membuat Pemkab Blora prihatin. 

Sebab, sejumlah fosil ditengarai keluar dari Blora melalui perdagangan gelap. Kolektor banyak datang ke kecamatan Kradenan karena di tempat itu banyak ditemukan benda-benda purbakala. Karena itu, pemkab meminta warga agar bisa menjaga dan mengamankan lokasi penemuan situs atau artefak lainnya. “Karena itu merupakan salah satu potensi kekayaan bagi masyarakat Blora,” ujar Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (DKPPO) Blora, Suntoyo.

Menurutnya, masyarakat jangan sampai berbondong-bondong untuk mengadakan penggalian karena banyaknya fosil yang ditemukan di lahan-lahan sekitar sawah atau rumah mereka, Sebab, itu akan merusak lokasi dan situs yang ada. Dia berharap bila warga menemukan sebaiknya jangan mengambil, namun dilaporkan kepada aparat setempat. ”Ada indikasi warga tergiur untuk menggali karena ada yang akan membeli,” tambahnya.

Baca selebihnya »

27 Mei 2009 Ditulis oleh admin | blora, seni budaya | , , , | Belum Ada Tanggapan

Kisah “Besar” Keluarga Toer

KOMPAS, Minggu, 10 Mei 2009 | 04:09 WIB - Sebagai karangan yang banyak bertumpu pada ingatan, memoar adalah ragam karya yang bergerak di antara dua kutub: sejarah dan sastra. Jika ingatan itu ditopang sekaligus dijaga ketat oleh catatan kejadian nyata, disusun mengikuti arus waktu yang bergerak lurus kronologis, karangan itu akan menjadi biografi atau otobiografi penting.

Jika ingatan tak harus tunduk sepenuhnya pada catatan ketat kejadian sejarah dan karangan disusun tak harus mengikuti aliran waktu yang lurus, tak jarang bahkan membiarkan diri terseret oleh arus kesadaran yang berkelok-kelok, karangan itu bisa menjadi novel besar.

Memoar ini memang disusun mengikuti arus waktu linier, tetapi terasa agak menjauh dari ”riwayat hidup” Pramoedya Ananta Toer yang ”seharusnya” menjadi pusat cerita dari awal hingga akhir. Pram memang tampil juga dalam karangan ini, tetapi cukup sering ia hadir agak jauh di latar belakang. Kita harus menempuh sekitar 100 halaman untuk sampai pada momen penting yang bisa mengoreksi, setidaknya memperkaya, pemahaman kita tentang Pram. Baca selebihnya »

27 Mei 2009 Ditulis oleh mus | blora, seni budaya, tokoh | , , | Belum Ada Tanggapan

Bupati enggan tinjau ulang SOTK baru

 

WAWASAN DIGITAL – Berdasarkan alasan tidak diperbolehkannya perubahan lembaga baru berdasarkan peratuan daerah (perda) Susunan Organisasi dan Tatakerja (SOTK), Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo, menyatakan belum akan melakukan evaluasi dalam waktu dekat ini.

”Lembaga baru produk SOTK perda 5, 6, 7, 8, 9 tahun 2008 baru terbentuk 19 November 2008, jadi bisa dievaluasi setelah jalan setahun,” tandasnya, kemarin.

Menurut bupati, pihaknya memberi apresiasi positif terhadap masukan tentang peninjauan kembali SOTK baru, tetapi karena diikat oleh aturanaturan, maka perlunya mematuhi aturan yang berlaku tersebut.

Seperti wacana yang berkembang di gedung wakil rakyat, menilai pemerintah kabupaten perlu meninjau kembali susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) yang baru ditetapkan. Sebab setelah dilakukan pembahasan keuangan banyak terjadi tumpang tindih dalam masing-masing pos anggaran.   Baca selebihnya »

3 Mei 2009 Ditulis oleh admin | blora, seni budaya | , | Belum Ada Tanggapan

80 Persen Fosil Gajah Purba Dievakuasi

KOMPAS, Sabtu, 2 Mei 2009 | 03:24 WIB - Dalam pengupasan tahap kedua, Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengevakuasi 80 persen fosil gajah purba jenis Elephas hysudrindicus. Tim menemukan pula fosil tulang pinggul dan paha yang masih saling bertaut.

Ketua Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung Iwan Kurniawan, Jumat (1/5) di Blora, Jawa Tengah, mengatakan, fosil yang belum ditemukan adalah fosil tulang paha, kaki depan, dan rahang bawah. Kemungkinan fosil tulang-tulang itu berada di bawah fosil tulang-tulang lain. 

”Kami menjumpai pula fosil tulang pinggul dan paha yang masih saling bertaut. Hal itu menegaskan teori gajah purba itu mati di lokasi temuan, bukan terbawa dan terendapkan arus Bengawan Solo purba,” kata Iwan menjelaskan.   Baca selebihnya »

3 Mei 2009 Ditulis oleh admin | blora, seni budaya | , | 1 Tanggapan

Fosil Gajah Purba Kembali Diangkat

JAWA POS, 25 April 2009 - Setelah bebarapa waktu lalu sebagian kecil fosil gajah purba yang ditemukan di Desa Medalem Kecamatan Kradenan diangkat dan diangkat ke museum geologi di Bandung, kemarin hal yang sama dilakukan. Hanya, penggalian yang dilakukan lebih dalam untuk mengangkat semia fosil yang masih tertanam di dalam tanah. ”Kali ini semua fosil akan diangkat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Blora Pudiyatmo melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo, kemarin.

Menurut Suntoyo, selain tim geologi dari museum geologi Bandung, yang datang adalah sejumlah pejabat dari museum dan badan arkeologi. Mereka tertarik dengan temuan tersebut. Karena itu, mereka ingin datang langsung ke lokasi. Menurut sarjana karawitan ini, fosil yang ditemukan di Blora ini sangat istimewa karena utuh. Selama ini, fosil yang ditemukan hanya beberapa bagian saja. Kalau misalnya gajah ya hanya gadingnya saja. Atau kepala dan tanduk kerbau purba atau bagian-bagian kecil lainnya. ”Kalau yang kita temukan kali ini utuh sehingga bisa direkonstruksi secara bagus,” tambahnya.   Baca selebihnya »

25 April 2009 Ditulis oleh admin | seni budaya | , | Belum Ada Tanggapan

Fosil Gajah Purba Mulai Direkonstruksi

Kamis, 16 April 2009 | 20:08 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com – Fosil gajah purba Elephas hysudrindicus yang ditemukan di Blora, Jawa Tengah, mulai direkonstruksi Tim Vertebrata dari Museum Geologi Bandung. Namun, prosesnya baru berjalan sekitar 40 persen. Masih dibutuhkan waktu lama untuk ekskavasi lanjutan dan rekonstruksi terhadap fosil yang tersisa sebelum nantinya dipamerkan.

Ditemui Kamis (16/4) sore di bagian Vertebrata Museum Geologi Bandung, anggota Tim Vertebrata tengah intensif melakukan preparasi terhadap fosil bagian vetrebra atau tulang belakang. Menurut Iwan Kurniawan, anggota Tim Vertebra, saat ini baru delapan bagian fosil yang baru bisa direkonstruksi karena sudah sampai di Museum Geologi.

Bagian itu terdiri dari tulang belakang, tulang kering (tibia), tulang rusuk, tulang belikat, kaki kecil (vibula), tulang lengan (radius), dan pangkal lengan (kumerus). Bagian lainnya saat ini masih tersimpan di situs penggalian di Dusun Sunggun, Kabupaten Blora, Jateng.  Baca selebihnya »

17 April 2009 Ditulis oleh admin | seni budaya | | 1 Tanggapan

“Surga Fosil” di Blora Selatan Dijaga Ketat

Pet u g a s Kecamatan Kradenan dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora membongkar penggalian fosil gajah purba yang diduga ilegal atau tak berizin di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Jumat (3/4). Fosil gajah purba relatif lengkap itu akan dititipkan di Museum Geologi Bandung.

BLORA, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mewaspadai penggalian lahan secara massal untuk menemukan fosil-fosil di kawasan Blora Selatan, terutama di Kecamatan Kradenan. Pemerintah juga bekerja sama dengan Kepolisian Sektor Kradenan untuk mengamankan lokasi dari jaringan pemburu fosil dan benda-benda bersejarah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora Suntoyo mengatakan hal tersebut di Blora, Senin (6/4). Pernyataan itu terkait temuan fosil gajah purba jenis Elephas dan daun purba di Dukuh Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, akhir Februari, serta temuan gading gajah purba pada awal Januari lalu.  Baca selebihnya »

17 April 2009 Ditulis oleh admin | blora, seni budaya | , | 3 Tanggapan

Temukan Fosil Gajah Purba

Diperkirakan bagian tubuh lengkap 

JAWA POS – Fosil gajah jaman pra sejarah kembali ditemukan. Kali ini di Dusun Sunggun Desa Medalem, Kecamatan Kradenan. Penemuan kali ini, bukan hanya satu bagian saja namun ada beberapa bagian tubuh gajah seperti kepala, tulang kaki dan beberapa fosil lain yang masih diteliti. “Gajah ini kemungkinan hidup sekitar dua juta tahun yang lalu, masuk dalam spesies Elephant Hisudin yang saat ini mirip dengan gajah sumatra,” kata Sinung Baskoro, Kepala Seksi Dokumentasi Koleksi Musium Geologi Bandung Pusat Survei Geologi Badan Geologi Departemen ESDM yang langsung melihat dari dekat proses pengalian fosil tersebut, kemarin.   Baca selebihnya »

7 April 2009 Ditulis oleh mus | blora, seni budaya | , | 1 Tanggapan

Melihat Lebih Dekat Perajin Barongan di Blora

Meski Sulit Memasarkannya tapi Tetap Berkarya

 

Bagi Wiji Pramono alias Gacu, menjalani profesi sebagai perajin topeng barongan tidak mudah karena membutuhkan dedikasi dan ketekunan. Meski saat ini sulit bahan baku dan memasarkan hasil karyanya. Namun, Gacu tetap berkarya mempertahankan kesenian khas Blora ini. 

 
JAWA POS - Lelaki itu terus mengusap-usap permukaan dan rambut topeng kayu yang sudah dicat dengan dominasi merah tersebut. Sesekali rambut di topeng itu diberi minyak dan dielus-elus hingga wajah dan rambut topeng itu tampak mengkilap. Selesai satu topeng, tangan lelaki itu mengambil topeng lain yang ada di dekatnya. Kembali pekerjaan serupa dilakukan lelaki tersebut. Pekerjaan itu dilakukan di sebuah bengkel kecil di Kelurahan Tegalgunung, Kecamatan Blora. ”Ini proses terakhir, harus digosok-gosok agar tampak kinclong,” ujar Wiji Pramono alias Gacu, nama lelaki itu menerangkan pekerjaan yang dia lakukan siang itu.

Menjadi perajin barongan, meski tidak menjadi pekerjaan utamanya, sudah dilakukan sekitar 21 tahun lalu sejak 1988. Pekerjaan itu diawali saat dia masih muda dan sering ikut terlibat dalam pembuatan kesenian khas Blora tersebut. Kala itu, seni barongan masih menjadi kesenian yang populer dan masih sering dimainkan. ”Saya dulu hanya membantu pada sesepuh desa untuk membuat barongan. Akhirnya malah keterusan,”ujarnya.   Baca selebihnya »

6 Maret 2009 Ditulis oleh mus | Seni, seni budaya | , | 2 Tanggapan