Wah…. Perempuan-perempuan Desa Dijadikan PSK
KOMPAS.COM – Jumat, 22 Mei 2009 | 18:21 WIB – Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, mengamankan 12 pasangan selingkuh dalam Operasi Penyakit Masyarakat menjelang pemilu presiden 2009. Sebanyak dua di antara pasangan-pasangan itu adalah PNS.
Kepala Bagian Bina Mitra Polres Blora Komisaris Yohan Setiajid, Jumat (22/5), mengatakan, di Kecamatan Cepu, polisi menangkap lima pasangan selingkuh. Lokasi perselingkuhan berada di sejumlah hotel melati.
Di Kecamatan Kunduran, polisi mengamankan tujuh pasangan selingkuh di rumah seorang warga. Penghuni rumah tersebut kerap menyewakan kamar-kamar rumah untuk ajang perselingkuhan. Baca selebihnya »
Cerita Keluarga Mustaji yang Tiga Anaknya Meninggal Diduga karena Gizi Buruk
Penghasilan Kurang, Tak Ingin Nambah Anak Lagi
JAWA POS - Mustaji, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Banjarejo, harus menerima banyak ujian. Tiga dari lima anaknya meninggal dunia karena diduga kekurangan gizi. Terakhir, anaknya paling ragil meninggal saat masih berusia delapan bulan.
Suara berisik terdengar dari rumah berdinding gedek Desa Kalirejo, Kecamatan Banjarejo. Suara itu berasal dari perbincangan ibu-ibu. Mereka adalah ibu-ibu pengurus PKK kabupaten dan kecamatan Banjarejo yang mengunjungi rumah tersebut.
Para ibu itu duduk mengitari meja yang ada. Tak jauh dari lokasi mereka, seorang pasangan suami istri (pasutri) memperhatikan tingkah para ibu tersebut. Di depan Mustaji, 37, dan Jamini, 38, nama pasutri itu, dua anaknya bergelayut. Keduanya, Nursahid, 11, dan Parmin, 6.
Keluarga Mustaji Selasa (12/5) lalu kehilangan anak kelimanya. Kemarin (15/5) pasutri itu dikunjungi ibu-ibu PKK yang ingin ikut membantu meringankan penderitaannya. Baca selebihnya »
Cinta Monyet
“Cinta Monyet”
Sakploké manggon nèng Kaliwangan, Paimin sabrayat sangsaya kepénak uripé. Ancèné béda banget karo kaanané Paimin nalika ijèk dadi blantik sapi sing gawéné mok grudag-grudug, ngalor ngidul nggiring sapi. Angger Pon budhal nggiring sapi-sapiné juragan paraké nèng Pasar Wagé Ngawèn, terus benginé digiring enèh nyang Pasar Kéwan Kunduran, terus Wirosari, Ngantru balik enèh nèng Pasar Kéwan mBlora. Bareng wis ngalèh Kaliwangan, saikiné warungé saya tambah ramé. Nganti tau ana slenthang slenthing nèk Paimin iku jaré ngingu thuyul barang. Nanging kabar ora nggenah mau ora patèk dirèwès karo Paimin. Ndak iya lèh ngingu thuyul, wong ibadahé kencengé ora mekakat ngono thik.
Malah Suminem bojoné, saiki kétok lèhé tambah béntrok, dhénok dhéblong moblong-moblong sakwisé bayèn anaké wédok sing ucik dhéwé sing dijengakna Wartini. Lha piyé, saiki Suminem iso léha-léha ambèk nunggoni warung, wis gak usah marik-marik ngiderna dagangan. Apa enèh saiki akèh wong éwoh mantu dadi sering buoh, jagong ngantèn karo mangan énak terus. Durung kemilané, lha angger soré nèng méja wis thérék-thérék jajanan cepakané anak bojoné, ana limpang-limpung, godrès, ora kèri sangkolun karemané sing lanang. Kadhang-kadhang nyepaki senengané Mariyun yaiku nagasari ambèk bongko menir, lha nèk Maridjan paling seneng grontol, cenil, lan dumbeg, sing wujudé kaya slomprètan kaé. Baca selebihnya »
ISFI resmi cekal Sri Subranti jadi anggota
WAWASAN DIGITAL - Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Pengurus Cabang (PC) Blora benar-benar menunjukkan taringnya dengan mencekal apoteker Sri Subranti menjadi anggota. Selanjutnya, ISFI Blora menyerahkan permasalahan ini ke Pengurus Daerah (PD) ISFI Jawa Tengah.
Pencekalan Sri Subranti, calon apoteker apotek K-24 Cepu, tertuang dalam surat PC Blora bernomor 46/PC/ISFI/ BLA/IV/09, ditandantangani ketuanya, Acon Sri Wardani. Surat tersebut, seperti diterima Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blora, Jumat (1/5), menjawab surat permohonan Sri Subranti bernomor 03/PR/IV/ 2009.
Ketua PC ISFI Blora menolak keanggotaan Sri Subranti dan melimpahkan ke ISFI Jateng. Dasarnya, rekomendasi pengurus ISFI Blora setelah melakukan kajian dan berita di media massa, sehingga memaksa wadah profesi para sarjana farmasi itu memutuskan tidak bisa mewadai calon apoteker K- 24 di Cepu, Blora. Baca selebihnya »
ISFI Blora cekal pendirian apotek K-24
WAWASAN DIGITAL - Oktana Cokrrodiharjo, pemilik sarana apotik (PSA) yang mengajukan pendirian apotek beroperasi 24 jam (K-24) merasa dicekal perizinannya oleh Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Blora.
Menurut Cokro, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk berdirinya sebuah apotek adalah masuknya apoteker miliknya dalam wadah ISFI, sekaligus mendapatkan rekomendasi dari lembaga itu. Namun setelah melayangkan surat pemberitahuan hingga Senin (27/4), tidak pernah ditanggapi.
”Sudah tiga kali surat kami kirimkan, namun belum pernah dibalas. Rasanya pihak ISFI ingin memonopoli apotek di daerah,” ujarnya didampingi Apoteker Penyelenggara Apotek (APA) Sri Subranti.
Selain itu, lanjutnya, saat pertemuan yang baru saja digelar oleh ISFI yang dihadiri sesama apoteker dalam rangka pembinaan, mereka memutuskan untuk tidak bisa memberikan izin pendirian apotek yang buka praktik K-24, dengan alasan bisa mematikan apotek-apotek yang kecil. Baca selebihnya »
Programkan Tahun Kebangkitan KB
BLORA - Pemkab Blora tahun ini memrogramkan sebagai tahun kebangkitan keluarga berencana (KB). Karena itu, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang khusus menangani program KB dibentuk. ”Sejak awal 2009, sudah ada lembaga baru di Blora yang antara lain bidang tugasnya fokus pada KB. Saya kita program yang kami canangan tidak telalu berlebihan,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Blora, Suryanto.
Mantan kepala kantor Pol PP dan Kesbanglinmas itu mengatakan, program KB di Blora selama ini tetap dilaksakanakan meski instansi yang membidanginya yakni Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah dihapus sejak beberapa tahun lalu. Karena dihapus, para pegawainya disebar ke beberapa instansi. Baca selebihnya »












